Macam-macam metode pengembangan kognitif yang dapat digunakan untuk pengembangan kognitif anak,yaitu : bermain, pemberian tugas, demonstrasi, tanya jawab, mengucapkan syair, percobaan, bercerita, karyawisata, dan dramatisasi.( Sujiono dkk,2004)
1.
Metode Bermain
Bermain adalah kegiatan yang anak-anak lakukan
sepanjang hari karena bagi anak bermain adalah hidup dan hidup adalah permainan
(Mayesty,1990;196-197). Anak usia dini tidak membedakan bermain,belajar dan
bekerja. Anak-anak umumnya sangat menikmati permainan dan akan terus
melakukannya dimanapun mereka memiliki kesempatan
Piaget (dalam Mayesty,1990;42) mengatakan
bermain adalah suatu kegiatan yang dilakukan berulang-ulang dan menimbulkan
kesenangan atau kepusan bagi diri seseorang . Sedangkan Parten (dalam Dokket an
Fleer(2000;14)) memandang bahwa kegiatan bermain adalah sarana sosialisasi.
Dalam bermain memberi kesempatan anak bereksplorasi ,menemukan,
mengekspresikan,perasaan,berekreasi dan belajar secara menyenangkan.
Selain itu kegiatan bermain dapat membantu anak
mengenal tentang diri sendiri, dengan siapa ia hidup serta lingkungan dimana ia
hidup.Bermain pada anak merupakan kegiatan yang dapat disamakan dengan bekerja
pada orang dewasa. Bermain memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap
pengaruh perkembangan anak.
Frank dan Farida caplan (Hildebrand,1986;55-56)
mengemukakan ada enam belas nilai bermain bagi anak: Bermain
membantu pertumbuhan anak
Bermain
merupakan kegiatan yang dilakukan secara sukarela
·
Bermain memberi kebebasan anak untuk
bertindak
·
Bermain memberikan dunia khayal yang dapat
dikuasai
·
Bermain mempuhyai unsur petualang di dalamnya
·
Bermain meletakkan perkembangan bahasa
·
Bermain mempunyai pengaruh yang unik dalam
pembentukan pribadi
·
Bermain memberi kesempatan untuk menguasi diri
secara fisik.
·
Bermain memperluas minat pemusatan perhatian
·
Bermain merupakan cara anak menyelidiki
sesuatu
·
Belajar merupakan cara anak mempelajari peran
orang dewasa
·
Bermain merupakan cara sinamis untuk belajar
·
Bermain menjernihkan pertimbangan anak
·
Bermain dapat distruktur secara akademis
·
Bermain merupakan kekuatan hidup
·
Bermain merupakan sesuatu yang essensial bagi
kelestarian hidup manusia.
2.
Metode Pemberian Tugas
Metode pemberian tugas ialah suatu cara penyajian
kegiatan yang telah ditentukan dan anak dapat mempertanggungjawabkan sesuai
petunjuk langsung dari guru. Ditinjau dari teori belajar Vygotsky pemberian
tugas yang cocok adalah pemberian tugas kelompok, dimana anak bisa
bersosialisasi dengan teman sekelompok,mau berbagi, mau bertanya, serta belajar
untuk bekerjasama tanpa harus berharap pada kemampuan orang lain atau
sebaliknya.
3.
Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi adalah suatu penyajian kegiatan
pembelajaran dengan penjelasan lisan disertai perbuatan atau memperlihatkan
suatu proses tertentu yang kemudian diikuti atau dicoba oleh anak didik. Metode
demonstrasi juga bisa diartikan suatu cara memperagakan atau mempertunjukkan
sesuatu atau proses kejadian atau peristiwa. Guru dituntut mendemonstrasikan
sesuatu harus jelas, alat peraga harus dipersiapkan lebih dulu,agar pada saat
mendemonstraskan tidak terhambat atau terganggu.
4.
Metode Tanya Jawab
Metode tanya jawab ialah suatu cara penyajian
pembelajaran dengan dalam bentuk pertanyaan dari guru yang harus dijawab oleh
siswa atau sebaliknya.Guru harus berusaha agar anak aktif memberi jawaban atu
keterangan bukan guru yang memberi keterangan.
Metode bercakap-cakap atau tanya jawab ini sangat
bermanfaat bagi anak PAUD,TK/RA sebagai salah satu upaya yang dapat dilakukan
guru agar anak berani mengungkapkan pendapat serta berani berbicara di depan
umum. Selain itu metode ini mengandung manfaat belajar yaitu mewujudkan
kemampuan berbahasa secara reseptif dan ekspresif.
5.
Metode Mengucapkan Syair
Metode mengucapkan syair yaitu suatu cara menyampaikan
sesuatu melalui syair yang menarik yang dibuat guru untuk sesuatu, agar dapat
dipahami anak.
6.
Metode Percobaan atau Eksperimen
Metode Percobaan adalah suatu cara anak melakukan
berbagai percobaan yang dapat dilakukan anak sesuai dengan usianya,guru sebagai
fasilitator,alat berbagai percobaan sudah dipersiapkan oleh guru. Dalam metode
ini anak dapat menemukan sesuatu berdasarkan pengalamannya.
7.
Metode Bercerita
Metode bercerita adalah cara menyampaikan sesuatu
dengan bertutur atau memberikan penerangan atau penjelasan secara lisan melalui
cerita.Cerita harus menarik,dengan tujuan yang ingin dicapai,dengan gerak gerik
yang wajar dan intonasi yang bervariasi
8.
Metode Karya Wisata
Usman dan Setiawati(2001;131) mengemukakan bahwa
metode karya wisata adalah suatu cara penyajian pembelajaran dengan membawa
anak didiklangsung kepada objek tertentu untuk dipelajari, yang terdapat di luar
kelas, dengan bimbingan guru.Metode karya wisata juga bisa diartikan kunjungan
langsung ke objek- objek di sekitar anak sesuai dengan tujuan yang ingin
dicapai.
9. Metode Dramatisasi
Salah satu metode yang dapat dikembangkan
dalam pembelajaran di PAUD,TK/RA adalah bermain peran.
Metode dramatisasi/ bermain peran adalah cara
memahami sesuatu melalui peran-peran yangdilakukan oleh tokoh atau benda-benda
di sekitar anak, sehingga anak dapat memahami sesuatu sambil berimajinasi.
(Siti Aisyah,2006)
Pemahaman
atau pengertian anak dapat berkembang diperoleh dari hasil kematangan
intelektual dan dari pengetahuan yang diperoleh anak dalam periode yang cukup
panjang. Kemampuan untuk dapat memahami atau mengerti mengandung proses
berpikir. Menurut Siti Rahayu Haditono (1982) proses berpikir sampai anak
berjalan mengikuti urutan sebagai berikut:
1. Bayangan
(image). Hal ini biasanya
dijumpai pada anak usia 4 tahun. Image merupakan representasi pertama suatu
kejadian. Image hanya merupakan kesan-kesan tertentu yang kebetulan melekat
pada ingatan. Hal ini bisa terjadi dengan melihat atau mendengar sesuatu. Apa
yang diingat tadi adalah kesan-kesan tertentu.
2. Simbol: adalah suatu bentuk representasi lain.
Disini tidak hanya berkisar pada bunyi yang khas atau bau yang khas dengan
artinya yang khas. Simbol justru melebihi kejadian yang khas dan menunjuk pada
sesuatu yang lain daripada hal yang sesungguhnya.Misalnya seorang anak yang
sedang main dos korek api seakan itu sebuah mobil. Kelak anak akan mengerti
bahwa simbol-simbol, seperti tanda lalu lintas, merupakan penunjuk bagi hal
sesuatu yang lain.
3. Konsep
atau pengertian. Mulai
usia pra sekolah timbulah pada anak kebutuhan untuk mengatur kesan-kesan dan
kejadian-kejadian, menemukan hubungan-hubungan, relasi sebab akibat. Hal ini
merupakan langkah penting untuk kearah kesadaran akan aturan.Bertambah
banyaknya cara berfikir dalam pengertian nampak, misalnya dalam bermain anak
menemukan bahwa ciri suatu kendaraan roda dua adalah selalu adanya dua roda.
Kalau disini hari Minggu maka dimana-mana juga hari Minggu. Anak semakin
mengerti bahwa pengertian merupakan suatu kumpulan yang sifatnya umum.
4. Aturan: adalah suatu hubungan antara dimensi dua
pengertian atau lebih. Ada aturan yang formal dan ada aturan yang tidak formal.
Contoh aturan formal ”air adalah basah dan api adalah panas” Contoh aturan
tidak formal ” kue-kue adalah manis”. Atura-aturan formal berdasarkan hukum
alam sedangkan aturan tidak formal berdasarkan pengalaman atau perjanjian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar